Hak Asasi Manusia dalam Prinsip Filantropi Islam

Omong kosong, jika teman teman ada yang berpikir bahwa Islam tidak peduli terhadap HAM.

Teman teman, Islam bukan ajaran statis yang hanya berbicara tentang fikih ibadah, dakwah-dakwah yang menyejukan hati, atau semedi-semedi yang menjauhkan diri dari modernitas.
Namun Islam merupakan agama yang pro terhadap perubahan, perkembangan zaman, kemajuan, kemanusiaan, dan dunia. Dalam Islam, teman teman akan menemukan betapa baik dan pemurahnya Islam. Islam mengatur semua aspek kehidupan. Aqidah, syariah, dan akhlak atau dengan kata lain soal ketuhanan, hukum, dan kejiwaan -semuanya ada aturannya dalam Islam.


Hak Asasi Manusia dalam Prinsip Filantropi Islam

Islam menghargai hak asasi manusia. Hak-hak yang paling dasar yang berhak manusia terima di antaranya ialah hak mendapatkan kehidupan yang layak, pendidikan, dan perlakuan yang adil atau tidak diskriminatif.

Agar manusia mendapatkan kehidupan yang layak, Islam memberlakukan zakat untuk semua umatnya tanpa terkecuali. Zakat merupakan dana filantropi yang dikumpulkan dari umat untuk kemudian didistribusikan kepada yang berhak (wealth distribution for social). Dengan zakat, -idealnya- kaum dhuafa dapat diberdayakan dengan baik (protecting the poor).

Doktrin Islam mengajarkan bahwa wealth is the right of the poor, yakni dalam setiap kekayaan yang dimiliki seseorang, ada hak bagi kaum dhuafa. Oleh karenanya, umat Islam diperintahkan untuk mengeluarkan sebagian hartanya itu dalam bentuk wakaf, infak, atau sedekah. Doktrin tersebut datang dari Tuhan (baca: Allah SWT) dan atas keinginan dari Tuhan itu sendiri.

Maka tidak heran, jika Islam sudah lebih lama memberlakukan atau menginiasi filantropi ini ketimbang sistem ekonomi konvensional. Bahkan dalam Islam, ada prinsip yang menyatakan bahwa seseorang belum bisa disebut baik bila ia belum memberikan apa yang ia senangi. Berarti, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memberikan hadiah, sedekah, wakaf, infak, atau yang lainnya dengan sungguh-sungguh, baik, dan ikhlas. Yang boleh diberikan kepada orang lain merupakan harta yang berharga yang juga kita sukai. Sebagian orang menyebutnya dengan keadilan, yakni memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Tita NS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s