Sumber Kekuasaan

Sumber kekuasaan bisa datang dari banyak hulu. Saya ambil sampel, Presiden pertama kita mendapatkan kekuasaannya dari karisma yang tidak terbendung, Presiden kedua kita sumber kekuasaannya ialah dari kekuatannya di dunia militer, Presiden ketiga kita memperoleh kekuasaannya dari penguasaan sains dan teknologi, dan lain sebagainya.

Jika anda seorang mahasiswa ambisius yang menginginkan kekuasaan, maka luangkan waktu anda untuk membaca tulisan saya ini. Jangan tanya saya soal apakah saya sudah memegang kekuasaan atau masih jadi follower. Baca sajalah tulisan saya dan katakanlah iya.

Sumber kekuasaan yang paling murni bagi saya ialah karisma, kekuatan, dan -yang paling pokok- ilmu pengetahuan atau kecerdasan. Penguasa, katakanlah seorang pemimpin tidak akan berguna jika ia bukan orang yang dijadikan teladan oleh grupnya, cerdas, bijaksana, tulus, dan pengabdi. Seorang penguasa, pasti merupakan orang orang yang karismatik dan berdaya tarik. Dari mana datangnya karisma? Weber menjawab:
Karisma dipahami dengan mengacu pada sifat luar biasa seseorang dari apakah nyata atau hanya anggapan belaka (bahwa sifat itu nyata adanya). Dengan demikian karismatik adalah kekuasaan atas rakyat… di mana mereka patuh karena percaya tentang keluarbiasaan sifat seseorang tertentu. Dukun, nabi, pemimpin perburuan atau ekspedisi barang barang pampasan, panglima perang… kaisar… termasuk dalam jenis ini. Legitimasi kekuasaan karismatik dengan demikian terletak pada kepercayaan akan kekuatan magis, wahyu, dan pemujaan terhadap pahlawan… pemerintah berdasarkan karisma tidak diatur sesuai dengan norma norma umum, tidak juga norma norma tradisional atau rasional… dan dalam hal ini adalah tidam rasional. Ia bersifat revolusioner dalam arti tidak terikat dengan tatanan yang berlaku.

Karisma terpancar dengan sendirinya dari dalam diri seseorang yang memiliki keluarbiasaan. Di antara keluarbiasaan itu ialah penguasaan ilmu pengetahuan yang tiada tara kerennya, dan kegagahan seseorang yang memiliki kekuatan.

Saya sendiri seorang rasionalis. Saya tidak pernah diikat oleh suatu peraturan. Saya membuat aturan saya sendiri karna menurut saya ini lebih baik ketimbang harus mengikuti aturan yang tidak saya tahu apa dampaknya untuk perkembangan saya. Di sini, saya tidak mengklaim diri saya sebagai seorang yang karismatik. Yang perlu dipahami ialah tidak semua orang mampu membuat aturan untuk dirinya sendiri. Seseorang memerlukan modal yang mumpuni untuk menetapkan mana yang baik dan buruk (aturan) untuk dirinya apalagi untuk orang lain.

Seorang penguasa -katakanlah pemimpin- mesti memiliki kekuatan yang luarbiasa yang berbeda atau yang tidak dimiliki oleh bawahannya. Maka latihlah potensi dalam diri anda untuk membuat diri anda luarbiasa di antara yang lainnya. Itulah yang akan mengantarkan anda pada kekuasaan, kehormatan, kebesaran, dan kepemimpinan.

Tita NS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s