Menjadi cuek dan egois, why not?

Menjadi orang yang santai, cuek, dan aga egois tidak terlalu mengerikan bagiku.
Kenapa?
Karena …..
Sebelumnya aku adalah orang yang memiliki segudang masalah. Entah itu masalah dengan teman-temanku, kakak senior, hingga adik junior. Entah datangnya dari sikapku atau mereka. Namun yang pasti gesekan antara aku dan mereka selalu saja terjadi. Sebelumnya, aku masih berpositive thinking. Aku berpikir bahwa orang yang punya setumpuk masalah adalah orang yang akan sukses. Aku berpikir bahwa ini masih wajar. Tapi kemudian aku tidak sependapat lagi dengan itu.

Biarbagaimanapun aku ingin hidup tanpa masalah-masalah, aku ingin hidup dengan kepala yang ringan yang hanya berisi tentang gagasan mengenai karirku di sini dan di hadapan Allah SWT. Aku ingin santai.

Sampai akhirnya aku memikirkan bagaimana caranya hidup santai. Aku sering bertanya pada orang-orang yang terlihat enteng menjalani hidupnya, ringan, dan ceria. Tapi, tidak ada jawaban yang mengena atau cocok dengan yang kumau. Malah aku mendapatkan jawabannya sendiri dengan memahami dan mempelajari pola hidup orang-orang yang menarik di mataku. Beberapa jawaban itu tidak lain adalah cuek dan egois namun dalam arti yang positif.

Kita benar-benar mesti mengurangi beban pikiran kita dengan meremove pikiran-pikiran negatif dan tidak berguna. Remove semuanya, S-E-M-U-A-N-Y-A. Mulai dari negative thinking kita terhadap diri kita sendiri, negative thinking orang lain terhadap kita, dan negative thinking lainnya.

Karena, ketika orang berpikir kamu lemah maka bukan berarti kamu lemah. Negative thinking orang lain terhadap kita sesungguhnya tidak mendefinisikan siapa kita. Jadi, cuek sajalah!

Bertanya soal introspeksi? Kita mesti berintrospeksi setiap waktu. Introspeksi datang dari diri kita sendiri bukan orang lain. Jangan biarkan orang lain mendikte kita. The only one who knows about us, just ourselves.
Jadi, jangan lupa berintrospeksi atau setidaknya sering-seringlah bertanya “sudah baik kah aku pada kawan-kawanku?”

Let us grow up and let other too.
We grow with our own way.

Di samping cuek terhadap negative thinking dan useless thinking. Cuek juga, kita gunakan dalam bergaul dengan orang lain. Apapun yang teman kita kerjakan selama itu pekerjaan yang positif dan tidak mengganggu kita, biarkan! Biarkan teman kita tumbuh dengan caranya sendiri dan jangan mencoba untuk mengintervensi cara mereka. Biarkan teman kita mengetahui diri mereka sendiri dan jangan mencoba untuk mendefinisikan seperti apa mereka. The only one who knows about them just theirselves.

image

So, just that. Itulah yang aku maksud tentang cuek dan egois. Keduanya laksana weapon bagiku, weapon untuk hidup dengan lebih santai. Now, be slow but sure and don’t forget to be confident too.

image

Tita NS

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s