Pengentasan Kemiskinan Desa: Infrastruktur dan Dana Pemerintah

image

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat telah membantu mengurangi kemiskinan, dan tingkat kemiskinan turun dari 24 % pada tahun 1999 menjadi 11,4 % pada tahun 2013. Tetapi tingkat penurunan kemiskinan melambat.

Lebih dari 65 juta  penduduk hidup sedikit di atas garis kemiskinan dan sangat rentan jatuh miskin.
Pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan holistik untuk mengentaskan kemiskinan yang mencakup bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan mata pencaharian.
(The World Bank)

Kemiskinan sudah menjadi persoalan klasik bagi Indonesia. Sejak krisis yang melanda ASEAN pada tahun 1997-1998, penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan semakin meningkat. Beruntungnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat membuat angka kemiskinan tersebut dapat dirampingkan hingga mencapai 11,4 %. Tantangannya kemudian, tingkat kemiskinan Indonesia tersebut ternyata mengalami perlambatan. Artinya, orang Indonesia sekarang susah menjadi kaya, bahkan orang kaya pun rentan jatuh miskin. Angka 11,4 % ialah kalkulasi dari seluruh wilayah di Indonesia. Jika kita pecah belah, misalnya hanya menghitung tingkat kemiskinan yang ada di Aceh, maka kecil kemungkinan bahwa tingkat kemiskinannya akan lebih kecil dari 11,4 %. Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa penduduk miskin di pedesaan berkisar pada angka 19,19 % atau hampir dua kali lipat penduduk miskin di perkotaan yaitu 11,36%.

Mayoritas penduduk miskin tinggal di daerah pedesaan. Badan Statistik Indonesia mencatat bahwa ada sekitar 23.600.000 penduduk desa hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak hal yang membuat penduduk desa terjebak dalam garis kemiskinan ini. Di antaranya adalah kurangnya ilmu pengetahuan dan rendahnya tingkat penguasaan teknologi. Padahal IPTEK sangat dibutuhkan guna mengembangkan usaha mereka khususnya di bidang pertanian.

Dengan kenyataan tersebut, maka swasembada pangan yang diidamkan oleh Indonesia akan sulit untuk direalisasikan. Belum lagi jika penduduk desa dihadapkan pada persoalan bencana alam seperti gempa bumi, longsor, kekeringan, kebanjiran, dll, maka sumber uang mereka yakni alam akan terkikis sedikit demi sedikit. Eksploitator alam, para petani berdasi, pengusaha perkebunan, dll pun menjadi saingan mereka dalam mengelola sumber daya alam itu. Banyak dari penduduk desa yang hanya menjadi ‘penonton’ di tanahnya sendiri. Dan, kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin akan semakin meningkat.

Pemerintah Indonesia menggunakan pendekatan holistik untuk mengentaskan kemiskinan yang mencakup bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan mata pencaharian. Pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak metode untuk mengurangi jumlah penduduk miskin. Namun, sedikit saja perubahan yang dirasakan oleh penduduk Indonesia. Tingkat penurunan kemiskinan di Indonesia malah melambat. Kenapa? Karena persoalan yang ada di pedesaan bukan hanya persoalan sumber daya manusianya yang kurang memadai sehingga diperlukan pemberdayaan masyarakat, bukan pula hanya tentang kurangnya modal untuk membuka usaha sehingga diperlukan suntikan dana misalnya dengan bantuan sosial, tapi masih banyak persoalan lainnya, misalnya persoalan infrastruktur dan transportasi yang rusak dan tidak layak.

Di desa kita akan menjumpai jalan-jalan setapak yang becek dan berbatu, pasar tradisional yang kumuh dengan kualitas produk yang rendah, jalan-jalan yang rusak, dll. Infrastruktur dan transportasi yang kurang memadai ini –jelas- dapat menghambat pertumbuhan perekonomian desa. Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur dan transportasi juga mesti diperhatikan.

Kemudian, untuk mengoptimalkan pendekatan-pendekatan guna mengentaskan kemiskinan, pemerintah Indonesia tidak hanya membutuhkan masukan atau dukungan teknis misalnya dengan berbagai macam riset tentang pengentasan kemiskinan. Biar bagaimanapun, hal yang paling dibutuhkan pemerintah Indonesia di samping masukan ialah dana. (Bersambung).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s