Apakah Cinta atau Nafsu, Is It Love or Lust at First Sight?

image

Hay reader 🙂
Salam hangat dari aku (plaakk! Maksudnya apaan kali, huahahah.. gaje #abaikan)
Oke, well.. temen-temen pasti bete ya, baca judul-judul artikel aku yang mainstream dan gak asyik, hehe. Maklum saja yah, saya kan pemula, belum bisa banyak berkontribusi.

To the point, kali ini aku mau nulis tentang ‘Nafsu’ pada pandangan pertama, eh.

Kenapa aku ambil judul itu, karena aku ‘cukup’ tertarik dengan… bukan nafsu, dengan… yep, CINTA. (Aku yakin, reader pun sangat senang dengan tema itu, kan? Apalagi darah muda kayak aku, hehe).

Aku pernah tersentak dengan pernyataan temenku, dia bilang: “bingung deh, sebenernya, ‘itu’ cinta atau nafsu ya?” Kenapa aku kaget pas dia bilang gitu? Karena aku sadar kalau cinta dan nafsu punya hubungan yang gak bisa, benar-benar gak bisa  dipisahkan. Aku kaget kenapa ko cinta selalu disertai nafsu, kenapa?? Aku pun ikutan bingung, sebenarnya kita mencintai orang atau ‘bergairah’ karena seseorang? Itu cinta atau nafsu? Love or Lust?

Second, aku sambungin konsep yang di atas ama konsep keduaku. Selain Lust yang ga bisa dipisahin dari Love, ternyata ada hal yang lain yang juga gak bisa dipisahkan dari Love. Itu adalah ‘Benci’. Why? Aku juga gak tau kenapa guys. Manurutku, banyak banget orang yang punya perasaan gak jelas ke seseorang. Banyak orang yang batinnya bilang “Gue benci banget ama dia, tapi gue seneng bisa berantem terus ama dia.. duh jailnya dia itu bikin hati mau lompat, seneng bangeettt.. (diem dulu, mikir).. ah bodo amat, masa iya gue ama dia jadian. Gak mungkin, wkwkwk gak mungkin (tiba-tiba diem, ngelamun lagi, sedih, karena gak mungkin jadian?) ya ampun, mikir apa sih gue (then blushing).”

Siapa yang pernah kayak gitu ☝.. feeling aku bilang kalau kita semua sama. Temen-temen juga pasti pernah ngalamin itu di SD, SMP, SMA, kampus, atau bahkan kantor.

Jadi, cinta dan benci memang benih cinta. Why?

Cinta adalah emosi abstrak di luar imaji dan logika. Artinya, cinta tidak bisa didefinisikan, dibayangkan rasanya, dipikirkan alasannya, dipikirkan asalnya dari mana, dan dipikirkan kenapa dan sejak kapan kita jatuh cinta. Cinta emang gitu, rumit tapi indah, sedih tapi senang, menyakitkan tapi membahagiakan, sayang tapi benci. Cinta memang luar biasa guys, ilmuwan sekaliber apa pun tetep gak bisa meneliti cinta. Cinta itu…..?
image

Nampak serius ya? Emang serius sih.. heee

Back to the point
Cinta pada pandangan pertama, apa itu ada? Jawabannya tergantung pada kacamata yang kita pakai (baca: sudut pandang kita). Tapi, sudut pandang itu sendiri ada yang salah dan benar. Seseorang bisa terjerumus dan madesu jika dia memandang narkoba, tawuran, dan seks itu keren. Sudut pandang bisa saja menghancurkan.

Cinta pada pandangan pertama, ada atau enggak??
Perasaan cenat-cenut, deg-degan, tidak karuan, seneng dan kangen doi, dan sejenisnya, pada pertama kali liat doi atau kencan bareng doi adalah cinta tapi bukan cinta. (Gimana ya ngomongnya?? Maaf gaje, pokoknya gitu deh.. itu belum jatuh cinta, itu baru awal dari cinta). Cinta itu terlalu sakral dan suci, jadi tidak pantas jika cinta bisa muncul saat 10 detik pertama seseorang memandangi orang asing. Perasaan yang disamakan dengan cinta yang sakral itu adalah nafsu, salah satu ‘atribut’ cinta. Cinta memiliki banyak sekali ‘atribut’ perasaan. 10 detik tidak bisa mewakili banyaknya jumlah atribut cinta. Seseorang harus merasakan berbagai macam gejolak emosi dulu pada orang yang ditaksirnya, baru dia bisa menghakimi bahwa dia sedang jatuh cinta. Atribut cinta adalah gejolak emosi yang qkdjfblelahwbdjfufs, abstrak dan tidak bisa dijelaskan.

Aku baca dari artikel, katanya, ada sesuatu di otak kita yang disebut dopamine. Dopamine itu semacam hormon, biokimia, yang menyebabkan kita merasa bahagia. Saat kita memicu produksi dopamine, kita akan bahagia. Sepertinya, ada banyak hormon selain dopamine yang bisa memicu perasaan manusia, seperti hormon adrenalin yang memicu ketegangan, keseruan, dan gitu deh (aku yakin reader lebih paham). Saat seseorang jatuh cinta, hormon-hormon itu akan terpancing, makanya kita selalu seneng kalau berurusan dengan cinta (ngebayanginnya aja udah bikin melayang kan? Hehe). Intinya, cinta itu berjuta rasanya…

Kesimpulannya tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, yang ada hanya benih cinta pada saat itu.

Jangan sia-siakan benih itu, deketin doi, kenalan, minta nomer hp, pin bbm, id line, atau apalah kek, ajak jalan-jalan, deketin, dan jangan lupa jahilin. Jangan lupa jahilin orang yang ditaksir, jangan lupa. Cowo mutlak harus ngejahilin cewe yang ditaksirnya, sedangkan cewe jangan macem-macem, jangan ngejahilin cowo, jangan ampe cewe bertindak bodoh. Meskipun cowo mutlak harus ngejahilin gebetan, tapi cowo juga harus tahu batasannya. Jangan sampai kenakalannya itu berlebihan, terus malah bikin gebetan nangis dan beneran benci. Ngejahilin gebetan cuma diperlukan untuk menumbuhkan benih cinta yang muncul saat 10 detik bertatapan, sebab cinta itu berjuta rasanya, berjuta emosi…. gejolak emosi itu bisa tumbuh dari campuran beragam emosi yang paradoks.
image

last word cinta itu perasaan menyatu dan melekat di antara sepasang partner. Menyatu dan melekat tidak bisa ditumbuhkan dalam sekejap. We all need time to build a love..
image

Cinta, cinta, cinta….
Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam biar putih manislah nampaknya
Dia jauh aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian oh repotnya
Jatuh cinta berjuta indahnya
Dipandang dibelai amboi rasanya
Jatuh cinta berjuta nikmatnya
Menangis tertawa karena jatuh cinta
Oh asyiknya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s