Bacaan Untuk Mahasiswa Baru: Kehidupan Mahasiswa (IPK dan Organisasi)

image

Hallo teman-teman yang baru jadi mahasiswa. Salam hangat dari aku, senior semester 5 😎.

Well, temen-temen mahasiswa baru pasti pada kepo tentang kehidupan mahasiswa kan? Wajar, semua maba juga kayak gitu ko, gak ada maba yang gak kepo, dan memang maba harus kepo.

Nah, tulisan ini isinya tentang apa yang aku tahu seputar dunia mahasiswa (tulisannya agak menggurui, gapapa ya.. 😚).

The point is…
Kehidupan mahasiswa? Seperti apa?

Menjadi mahasiswa gak sesulit yang sebagian maba pikirin. Maha siswa berarti maha (sangat, amat, teramat) siswa (pelajar). Dari arti ini aja, kita semua udah bisa nangkep apa maksud kata atau gelar “Mahasiswa”. Mahasiswa = murid luar biasa yang belajarnya jauuuuhhhh lebih ekstra dari murid biasa 😎.

Mahasiswa memang belajar materi yang lebih sulit dari materi anak sekolahan (PASTI), tapi kesulitannya itu berimbang dengan mental temen-temen mahasiswa itu sendiri sebagai remaja senior. Karenanya, mahasiswa diperhitungkan bisa menghadapi semua tugas dosen dan memproduksi hasil yang sesuai harapan dosen. Soal belajar dan tugas tidak perlu banget temen-temen khawatirkan. Asalkan tugas dikerjakan dan aktif ikut belajar, Ip dijamin bagus.

Tapi itu ☝gak berlaku buat temen-temen yang masuk jurusan sulit, misal anak teknik, sains, kedokteran, dll, mahasiswa dari jurusan ini cenderung kewalahan ngadepin tugas, bahkan ada aja yang kena penyakit anemia karena lelah ngerjain tugas. Biasanya, mahasiswa dari jurusan yang banyak belajar ilmu eksak ini sering banget begadang ngerjain tugas, waktu tidur mereka paling 2 sampai 6 jam. Mereka jarang maen, tugasnya terlalu numpuk ditambah praktikum dan tugas laporan. Tapi, sekali lagi, beban tugas, praktikum, laporan praktikum, dan beban lainnya itu berimbang dengan kemampuan mahasiswanya. Jadi, mahasiswa yang masuk jurusan sulit seperti itu memang udah pinter dari dulunya, sehingga wajar kalo dihadapkan dengan tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Priotitas mahasiswa di samping IPK:
Ada beberapa hal yang perlu menjadi prioritas mahasiswa, di samping Ipk. Dan Itu adalah “prestasi EQ”. Artinya, mahasiswa perlu banget menjaga kualitas pergaulan dan memperluasnya. Gaul, jaringan, relasi, kroni, atau teman adalah salah satu prioritas utama. Mahasiswa meningkatkan dan menumbuhkan relasinya di berbagai jenis organisasi yang mereka ikuti. Organisasi ini ibarat ekstra kuliler bagi mahasiswa, ada organisasi ekstra (di luar kampus), organisasi intra (dalam kampus), organisasi semi otonom (setengah di dalem dan setengah di luar kampus), ada organisasi yang bentuknya lembaga, komunitas, unit, perkumpulan, himpunan, dan lain sebagainya. Dan itu beda-beda, beda sifatnya dan aturan maennya.

Organisasi intra adalah organisasi yang dikelola oleh kampus, contohnya BEM (DEMA ~ Dewan Eksekutif Mahasiswa) dan SEMA (Senat Mahasiswa). Kebalikannya organisasi ekstra enggak ada campur tangan kampus sama sekali, tapi malah mencampuri urusan kampus, contoh PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), HMI, IMM, KAMI, dan lain sebagainya. Biasanya, di beberapa kampus, organisasi ekstra itu berubah jadi partai politik guys, maksudnya, organisasi itu akan menyalonkan, berkampanye, dan menjadi tim sukses pas pemilu mahasiswa berlangsung. Enggak tanggung-tanggung, persaingan antar organisasi ekstra yang jadi timses itu ketat kelewat ketat, pake banget deh. Saking bangetnya, kalo satu organisasi ekstra ngerasa dicurangi ama organisasi lain atau dikalahin, mereka gak segan-segan akan ngamuk atau nangis. Mereka yang aktif di organisasi ini harus kuat hati dan siap adu kampanye.

Politik organisasi ini gak sebatas di kalangan mahasiswa aja, tapi juga kalangan dosen dan orang berpengaruh di dunia politik yang sebenarnya dan dunia kerja. Jadi, temen-temen akan dapetin relasi yang cukup luas dengan ikutan organisasi ini, tapi persaingannya pun sampai ke tingkat itu. Saya denger cerita langsung dari orang yang sudah kerja, katanya ada aja perekrut pegawai baru yang akan bertanya “kamu dari organisasi mana (misal: dari IMM atau HMI)?” Jika jawabannya sesuai dengan apa yang diinginkan perekrut, calon pegawai baru itu langsung diterima, gak perlu ikutan seleksi tahap selanjutnya. Kental dengan nepotisme ya? Tapi lumayan kan? 😋

Organisasi ekstra di atas gak akan cocok dengan pribadi temen-temen yang idealis, kalo menurut MBTI, anak idealis itu yang tipenya NF (coba test tipe MBTI kamu). Anak idealis gak akan kuat ikutan politik kampus yang sarat dengan kecerdikan (cerdas & licik) dan kecurangan. Idealis kan senengnya hal-hal yang ideal atau yang seharusnya dilakukan, anak idealis gak akan bisa menyalurkan apa yang mereka mau lewat organisasi ekstra yang berpolitik di kampus itu.

Jadi, kenali dulu pribadi temen-temen, baru putuskan mau masuk organisasi mana.

Aku persingkat tulisannya, karena rasanya bakalan panjang banget tulisannya kalo nyeritain organisasi-organisasi mahasiswa secara gamblang.

Back to the point
Bagi temen-temen yang ingin ngedeketin dosen (meski bukan dosen di kelas), temen-temen bisa ikutan organisasi intra dan lembaga semi otonom di kampus. Aku gak tahu banyak tentang organisasi intra dan semi otonom ini sih, tapi yang aku perhatiin emang kayak gitu. Aku anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa di fakultas, tapi cuma jadi terinya doang. Nah, yang jadi kakapnya adalah senior semester atas (7 atau 9). Biasanya, kalo mereka lagi berhalangan, kita yang gantiin mereka buat ketemu (ngobrolin soal proyek acara atau kegiatan) atau cuma mintain tanda tangan dosen (misalnya Dekan atau Kajur).

Sedangkan di organisasi semi otonom, temen-temen bisa deket ama dosen, karena biasanya dosen jadi pembimbing atau “sahabat” organisasi itu. Organisasi semi otonom kebanyakan berbentuk lembaga ‘belajar’, ada yang fokusnya ke lomba (merekrut mahasiswa pinter buat ikutan lomba), ada yang fokusnya ke lomba debat, karya ilmiah, dll, dan ada juga yang fokusnya ke penelitian (penelitian butuh modal banyak, kalo lembaganya kayak gini, berarti lembaga itu udah bonafit). So, buat temen-temen yang dulunya suka ikutan lomba debat, KIR, cerdas cermat, dan sebagainya, organisasi ini cocok banget buat temen-temen. Jangan sampai enggak ikutan deh 😁.

Lanjut
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) is the real extracurricular of college student. Ada banyaaaakkk banget jenis UKM yang bisa temen-temen pilih. Kalo menurut aku sendiri, lebih asyik dan cape ikutan UKM gini, soalnya kebanyakan UKM nguras tenaga dan waktu, UKM sering banget ngadain latihan bahkan ampe tengah malem. Open rekrutmennya aja ampe berbulan-bulan dan peminatnya itu ga dikit, makanya peserta dieliminasi pas oprec yang ampe berbulan-bulan itu (biasanya satu bulan lebih doang, hehe).

Aku gak ikutan UKM, dan aku agak nyesel 😥. Aku harap temen-temen gak nyesel karena gak ikutan UKM kayak aku yaa. Pokoknya buat temen-temen yang punya bakat akting harus ikutan UKM teater, yang suaranya bagus ikutan UKM band, yang seneng nulis ikutan LPM, yang bahasa asingnya jago ikutan FLAT, yang pengen berwirausaha ikutan Kopma, yang dari sekolahannya dulu aktif pramuka teruskan di UKM pramuka, yang aktif di marching band sekolah terusin di marching band kampus, yang seneng bela diri ikutan UKM silat atau UKM “bela diri”, yang cinta alam dan seneng adventure ikutan arkadia, yang jago moto ikutan UKM fotografi (kalo di kampus aku namanya kalacitra), yang ngajinya bagus dan bisa tilawah daftar UKM hiqma, yang seneng dakwah ikutan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan yang jago olahraga harus ikut UKM forsa.

Intinya, temen-temen yang ingin menyalurkan bakat dan passion kudu ikutan UKM dan serius di UKM. UKM itu asyik dan keren, #ea. 😆

Passion bisa juga disalurkan di organisasi ekstra, misalnya di Forum Lingkar Pena (FLP) dan Lemka. Tapi, buat ikutan organisasi yang sifatnya kayak gitu, temen-temen harus bayar ampe 500 ribu dulu baru bisa oprec. Kualitas organisasi macam ini memang bonafit, temen-temen sendiri pasti udah sering denger kan nama FLP, tapi modalnya juga gede. Kalo aku ibaratin, organisasi ini sejenis ama les, misalnya Lemka, Lemka itu les kaligrafi guys (kata aku). Berhubung belum ada UKM kaligrafi di kampus, Lemka di kampus aku bisa merekrut banyak anggota, banyak banget yang suka, padahal bayar oprecnya lumayan. ~menyalurkan passion memang butuh modal 😦:o~

Organisasi berikutnya adalah primordial. Maksudnya organisasi perkumpulan mahasiswa daerah (paham kan? :p) contoh Himpunan Mahasiswa Bogor, Himpunan Mahasiswa Banten, Forum Mahasiswa Ciputat, Forum Mahasiswa Lamongan, Aceh, Lampung, dan lain sebagainya. Kamu yang pengen dapetin keluarga di kampus, jangan ampe gak daftar organisasi ini. Temen-temen yang merantau, urang Aceh yang kuliah di Jakarta misalnya, bisa ketemu kerabat dan teman “senasib” di organisasi perkumpulan orang Aceh. Intinya, Organisasi primordial seperti itu sarat dengan rasa kekeluargaan antar kerabat (mahasiswa) sekampung.

Finally
Masih banyak organisasi yang bisa teman-teman ikuti di kampus, yang aku tulis cuma beberapa aja. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi readers ya :).

Last word: IPK sangat penting untuk mahasiswa. IPK bukan cuma nunjukin kecerdasan temen-temen, tapi juga karakter. Kalo IPK temen-temen bagus berarti temen-temen punya karakter yang baik, sopan pada dosen, punya hubungan baik dengan dosen, mahir bekerja kelompok atau kerja sama (bersosialisasi), cerdas mempresentasikan materi (komunikatif), pandai menyampaikan pendapat, kritis, curious, dan analitis. Jadi, IPK gak bisa temen-temen remehkan.

Namun, di samping IPK, mahasiswa juga perlu meningkatkan kualitas pergaulan dan memperbanyak relasi. Then, be activist and organizational.

One more thing, mahasiswa (semua orang sih) butuh manajemen waktu. Semua hal bisa kita atasi kalo kita pintar mengatur waktu. Real organisatoris tahu bagaimana cara mengatur waktu atau membagi waktu mereka untuk bergaul dan belajar.

Ada quote keren dari orang yang namanya aku lupain (kata-kata quote juga lupa -_- ), pokoknya yang aku inget dari quote itu gini: hidup itu bukan untuk diseimbangkan, tapi hidup adalah untuk dijalani sepenuhnya. Belajar, bergaul, berkeluarga, bertetangga, merawat diri, menjaga kebersihan lingkungan, memberi perhatian pada sesama, dan lain sebagainya bukan bagian dari hidup, tapi itu adalah hidup itu sendiri. ~ So, it’s obvious that we have to take care our life, not only part of it.

Good luck Mahasiswa Semester Satu 🙌👍

Satu hal lagi, aku numpang promosi Pondok Pesantren ya. Aku mondok di Ponpes Sabilussalam sambil kuliah, Ponpes Sabil ini khusus diwakafkan untuk mahasiswa di sekitar Ciputat dari kampus manapun. Sistem belajarnya persis seperti di kampus, dosennya dari kampus (kebanyakan dosen UIN dan IIQ), jam belajarnya disesuaikan dengan jam mahasiswa, dan organisasi intra atau organisasi Ponpesnya gak kalah keren dari organisasi intra di kampus.

Teman-teman yang minat daftar bisa liat foto di bawah ini 😚.

image

Di lain kesempatan, InsyaAllah aku akan nulis profile Pondok Sabilussalam 😚.

Daannnn, ini promosi terakhir, hehe… Di bawah ini ada foto-foto buku Prediksi Soal SPMB Mandiri UIN Jakarta. Buku ini gak cuma buat temen-temen yang ingin masuk UIN (UIN mana aja), tapi temen-temen yang lagi ikut tes masuk perguruan tinggi (SBMPTN atau tes masuk lainnya) juga bisa pakai buku ini. 

Yosh, semoga membantu yaaa… Pesan buku ini ke saya dan temen saya, bisa chat lewat wa ke nomor: 081318145781 (it’s me) dan nomor 085779417062 (Kakak Fradhita Shalikha). 😉 

Harga hanya 50.000 rupiah, bisa murah kalau pesan banyak 😉 

Yuk pesan secepatnya sebelum habis gan! 😀 

Thanks for reading
Appreciate it 😉

Jangan lupa beli bukunya guys… 

Advertisements

11 thoughts on “Bacaan Untuk Mahasiswa Baru: Kehidupan Mahasiswa (IPK dan Organisasi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s