Opini tentang: Internet untuk Anak Muda

gambarSumber gambar: http://www.pewinternet.org/2010/02/03/part-1-internet-adoption-and-trends/

Internet memang seakan menjadi candu di kalangan anak muda. Mungkin nyaris 100%, anak muda tahu soal internet, dan sekitar 70% telah menjadi pengguna aktif dari internet, atau malah lebih. Yaak, feeling (opini saya), lebih dari 70% pemuda telah menggunakan internet.

Alasan pemuda tidak menggunakan internet, pasti bukan karena mereka tidak ingin. Siapa yang tidak mau berseluncur di dunia maya yang asyik itu bro? Mereka mungkin hanya tidak diizinkan oleh orangtua mereka, atau mereka tidak punya perangkat, sarana, tidak ada hp, laptop, dll untuk mengakses internet.

Kemudian bagi mayoritas pengguna internet, dipakai untuk apa internet itu sebenarnya? Sebenarnya?

Pertama, saya sendiri sebagai anak muda, menggunakan internet untuk informasi dan hiburan. Dua hal itu bagi saya. Mungkin berlaku sama untuk pemuda lainnya. Tambahan fungsi dari internet, untuk mencari teman, mencari relasi, mencari kerja, bahkan mungkin ada yang pakai untuk iseng mencari jodoh… ah yaa, dan ada juga candu pornografi kan.

Dari sekian banyak keuntungan yang ditawarkan oleh internet, risikonya tidak kalah banyak pula. High risk high return. Semakin banyak keuntungan yang didapat, berbanding lurus, semakin banyak pula kerugian yang potensial akan ditanggung.

Soal itu, tentu bergantung pada anda sebagai pemakai dan regulator (sebenarnya). Jika saja regulator lebih ketat dalam mengawasi konten internet di Indonesia, mungkin risiko buruk dapat sedikit lebih dikurangi. Minimal konten negatif pornografi dapat dihapus sempurna lah….

Pemuda umur 20 tahun ke bawah dan ke atas (sedikit) merupakan anak-anak yang sedang mencari identitas diri. Umur 20 tahunan itu adalah masa kritis, masa transisi, masa pencarian. Bagaimana tidak? Kita mencari uang di umur segitu (hampir kebanyakan), di umur 21, kita sudah dianggap dewasa oleh pemerintah, bahkan anda bisa bertransaksi di bank tanpa wali, dan bisa nikah tanpa izin orangtua di umur 21. Mulai bekerja, mulai ingin memupuk lebih dalam pengetahuan dan wawasan, mulai sadar betapa pentingnya passion dan jati diri, hingga mulai memburu pasangan hidup, dan lain-lain. Masa kritis dan genting. Masa kita bereksperimen dengan hidup kita sendiri.

Nah…. Guess what? Internet berkontribusi banyak dalam masa kritis, genting, eksperimen itu. Sangat besar sekali pengaruh internet, bahkan mampu membentuk pola pikir dan karakter seseorang (pemuda), utamanya sosial media. Tidak sedikit, anak muda yang lebih aktif di dunia maya ketimbang dunia aslinya bukan? Ini tidak gawat, tergantung orangnya.

Tapi memang tidak dapat dipungkiri, bahwa internet dapat menanamkan sesuatu dalam otak kita. Beliefe, social norm, even change the behavior. Internet juga merupakan suatu dunia, tapi maya. Lingkungan di internet tidak kalah mengerikan dan menguntungkan dibanding lingkungan di dunia asli. Of course, keduanya berpengaruh besar dalam proses pencarian dan eksperimen para pemuda.

Salah satu potensi buruk dari lingkungan maya yang saya pribadi soroti adalah, mereka mampu membahayakan kesehatan mental seseorang. Misal, orang menjadi tidak percaya diri karena melihat teman-teman kece di internet, atau terobsesi, hingga depresi karna tidak sanggup sesukses orang yang ada di internet. Menduplikasi gaya hidup orang-orang kece di internet, memang bagus di sisi lain, tapi bagi orang yang tingkat kepercayaan dirinya rendah, itu akan menghilangkan atau bahkan menghancurkan dirinya sendiri.

Kita loncat…..

Siapa yang ingin anak mudanya gagal? Tidak ada. Anak muda biarbagaimana pun adalah modal bagi suatu negara. 10 orang pemuda dapat menggoncangkan dunia kata Soekarno. Indonesia beruntung karena pemudanya melimpah. Harusnya bonus anak muda itu dapat dimanfaatkan dan disikapi secara baik oleh kita semua, khususnya Pemerintah dong. Yaaahhh, minimal dengan meningkatkan kualitas konten internet kita, menghapus konten negatif, dan lebih bagus kalau memberikan sarana… hehe…

Terakhir, tulisan ini tidak fokus pada detail… 🙂 Hope you enjoy it

Dan saya ada tulisan yang lebih bagus, mari kita klik dan baca secara saksama yaaaa 🙂 😀

http://rakhmatabril.blogspot.com/2018/05/generasi-antara-refleksi-tentang-studi.html

Tulisan di blog di atas itu ttg Critical Review hasil penelitian Suzanne Naafs dan Ben White… 😉

sumber: https://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/07/120000726/pemuda-dan-internet-untuk-kebaikan-

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0891524512000429

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s